Minggu, 13 Juni 2010

HIPOKALEMI

I. KASUS

Tn. BB 45 tahun pergi ke RS karena sejak 2 hari yang lalu merasakan tidak enak badan, mual dan muntah hebat. Ny. BB beberapa minggu yang lalu pernah mengalami acute renal failure tapi sudah sembuh. Bapaknya meninggal pada usia 60 th karena serangan jantung. Ibunya masih hidup dan menderita hipertensi. Adik perempuannya masih hidup dan sehat-sehat saja.

Pertanyaan:

Ø Dapatkah anda memperkirakan penyebab terjadinya hipoglikemia pada Tn. BB?

Ø Bagaimana penatalaksanaan pada kasus tersebut?

II. TUJUAN PENATALAKSANAAN TERAPI

Untuk mengatur dalam usaha untuk mencegah komplikasi penyakit yang lebih serius, menormalkan nilai konsentrasi serum kalium, mengidentifikasi penyebab hipoglikemia dan mencegah konsentrasi kalium yang berlebih.

III. DESKRIPSI KASUS DAN ANALISIS KASUS

A. SUBYEKTIF

Tn. BB 45 tahun pergi ke RS karena sejak 2 hari yang lalu merasakan tidak enak badan, mual dan muntah hebat. Ny. BB beberapa minggu yang lalu pernah mengalami acute renal failure tapi sudah sembuh. Bapaknya meninggal pada usia 60 th karena serangan jantung. Ibunya masih hidup dan menderita hipertensi. Adik perempuannya masih hidup dan sehat-sehat saja.

B. OBYEKTIF

Tanda Vital

BP : 135/85 mmHg (nilai normal : 120/80 mmHg)

RR : 20 bpm

HR : 80 bpm

Suhu : 37,2 0C

Hasil Pemeriksaan kimia darah:

· Serum Na : 140 mEq/L

· Kalium : 2,0 mEq/L (normal 3,5-5 mEq/L)

· Cl : 100 mEq/L (normal 97-110 mEq/L)

· Bicarbonat: 30 mEq/L (normal 22-26 mEq/L)

· BUN : 24 mg/dl (normal 8-25 mg/dl)

· Srcr : 1,2 mg/dl (normal 0,8-1,5 mg/dl)

· Glukosa :100 mg/dl (normal 85-125 mg/dl)

C. ASSESMENT

Hipokalemia sedang

D. PLAN

i. Penetapan tujuan terapi

Untuk mengatur dalam usaha untuk mencegah komplikasi penyakit yang lebih serius, menormalkan nilai konsentrasi serum kalium, mengidentifikasi penyebab hipoglikemia dan mencegah konsentrasi kalium yang berlebih.

ii. Menentukan farmakoterapi

Pemilihan terapi rasional meliputi :

1. Tepat obat : suatu obat dinyatakan tepat obat berdasarkan pertimbangan manfaat dan keamanan obat tersebut.

2. Tepat indikasi : ketepatan pengobatan berkaitan dengan penentuan perlu tidaknya suatu obat diberikan pada suatu kasus tertentu.

3. Tepat pasien : dikatakan tepat pasien jika obat tidak berkontraindikasi dengan kondisi pasien dan tidak riwayat alergi.

4. Tepat dosis : penggunaan obat dikatakan tepat dosis jika sesuai dengan standar pengobatan.

5. Waspada efek samping : paham dan mengerti akan efek samping obat.

IV. PEMILIHAN TERAPI RASIONAL

Potasium Klorida :kation utama dari cairan intraseluler dan menginduksi impuls syaraf di jantung, otak, otot rangka, kontraksi dan otot halus, memelihara fungsi normal ginjal, keseimbangan asam basa, metabolisme karbohidrat dan sekresi GI

Potasium pospat

Potasium Bikarbonat

V. EVALUASI TERAPI TERPILIH

Terapi Farmakologi:

  1. Terapi hipokalemi

Terapi yang efektif untuk mengobati dan mencegah hipokalemi sedang

Nama obat : Potassium chloride

Mekanisme obat : Potassium adalah kation utama dari cairan intraseluler dan menginduksi impuls syaraf di jantung, otak, otot rangka, kontraksi dan otot halus, memelihara fungsi normal ginjal, keseimbangan asam basa, metabolisme karbohidrat dan sekresi GI

Indikasi obat : terapi dan pencegahan hipokalemi

Kontra indikasi obat : kerusakan ginjal berat, penyakit addison’s yang belum tuntas, hiperkalemi, patologi, trauma jaringan sedang, sediaan oral padat dikontra indikasikan terhadap pasien struktural, patologikal, dan atau farmakologis menyebabkan penundaan atau anestetik melalui saluran GI, sediaan potassium oral cair digunakan untuk pasien dengan tekanan esophageal atau penundaan kecepatan pengosongan lambung.

Efek samping obat : >10% pada gastrointestinal yaitu diarrhea, nyeri perut, mual, flatulensi, muntah (oral); bradikardia pada kardiovaskuler; hiperkalemi pada endokrin & metabolic; nekrosis jaringan lokal nyeri ditempat injeksi pada pemberian lokal; dyspnea

Dosis obat : 2 X sehari 10 ml larutan

20 mEq/10 ml sebanyak 480 ml

Harga obat :

  1. Terapi antiemetik

Terapi yang efektif untuk mengobati dan mencegah mual dan muntah

Nama obat : trimethobenzamide

Mekanisme obat : aksi untuk menghambat chemoreseptor trigger zone medular

Indikasi obat : untuk mual dan muntah ( nausea dan vominting )

Kontra indikasi obat :hypersensitive untuk trimethobenzamide, benzocaien, kontrak indikasi injeksi pada anak, kontrak indikasi supositori pada bayi

Efek samping obat : hipotensi, depresi, disorientasi, sindrom Parkinson, reaksi hipersensitif, kram otot.

Dosis obat : 3 X sehari 300 mg kapsul

Terapi Non Farmakologi

ü menghindari atau penyederhanaan dalam asupan makanan

ü Banyak minum air

ü Pola hidup sehat

ü perubahan diet, fisik, atau psikologis yang konsisten
dengan gejala etiologi.

VI. MONITORING

· Subyektif

- Apakah dapat diketauhi penyebab terjadinya hipoglikemia pada Tn. BB.

· Obyektif

- Apakah tekanan darah sudah turun hingga 120/80 mmHg?

- Apakah kadar Kalium sudah naik hingga 3,5-5 mEq/L

- Apakah kadar Bicarbonat sudah turun hingga 22-26 mEq/L

· Efek samping obat

- Diarrhea,

- Nyeri perut,

- Mual,

- Flatulensi,

- Muntah (oral)

- Bradikardia

VII. INFORMASI YANG PERLU DI SAMPAIKAN KEPADA PASIEN

v Potassium chloride

- 2 X sehari 1500 mg

v menghindari atau penyederhanaan dalam asupan makanan

v Banyak minum air

v Pola hidup sehat

v perubahan diet, fisik, atau psikologis yang konsisten
dengan gejala etiologi.

v Minum obat secara teratur

v Istirahat yang cukup

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar